ARCHIVE
RECENTS

23 Mar 2018, 11:44 WIB

MNC Bank Jalin Kerja Sama dengan Dukcapil Manfaatkan NIK dan KTP

JAKARTA - PT Bank MNC Internasional Tbk menandatangani kerja sama pemanfaatan data kependudukan dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil Kemendagri) di Thamrin Nine, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Presiden Direktur MNC Bank Benny Purnomo mengatakan, dengan kerja sama ini, MNC Bank dapat lebih cepat melakukan validasi data nasabah, sehingga selain baik bagi prinsip Know Your Customer (KYC) di sisi bank, juga lebih aman, cepat, dan nyaman bagi nasabah.

“Sebagai bank yang tengah ekspansi ke lini digital, kerja sama ini menjadi modal untuk menawarkan berbagai fasilitas dan pelayanan inovatif dalam menyambut ekonomi virtual,” ujarnya.

Dia menambahkan, dengan menggunakan Dukcapil direct acces sebagai landasan membangun jaringan infrastruktur digital, MNC Bank juga dapat lebih akurat dan efektif dalam proses verifikasi data nasabah.

“Hal tersebut mendukung pengembangan produk dan layanan di mana ke depannya, nasabah bisa melakukan registrasi secara online dan langsung terverifikasi dengan data dari Dukcapil,” katanya.

Setelah berjalannya kerja sama ini, seluruh kantor MNC Bank yang berjumlah 67 kantor cabang, kantor cabang pembantu, dan kantor kas dari Medan hingga Makassar dapat memanfaatkan database kependudukan yang akurat.

Hal tersebut, kata Benny, membuat proses pengkinian data maupun pendataan berjalan lebih cepat sehingga meningkatkan kenyamanan ratusan ribu nasabah MNC Bank.

“Dengan terbukanya akses langsung ke Dukcapil ini, kami dapat lebih gencar melakukan peningkatan pelayanan dan fasilitas, serta menawarkan berbagai inovasi yang tentunya dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan Dana Pihak Ketiga dan Kredit di tahun 2018 di kisaran 9-12 persen,” kata Benny.

Di acara yang sama, Dirjen Dukcapil Zudan Arif menuturkan, dengan penggunaan sistem data informasi yang telah terjamin akurasinya, celah terjadinya kejahatan finansial dengan penggunaan KTP palsu dapat terhindari.

“Kerja sama yang telah dilakukan dengan lebih dari 973 Lembaga Jasa Keuangan ini dapat turut menekan peluang pembuatan KTP palsu,” tuturnya.

 

Sumber: www.inews.id