ARCHIVE
RECENTS

21 Jan 2019, 22:22 WIB

MNC Sekuritas Gelar Acara Seminar Market Outlook 2019 di Surabaya

SURABAYA, iNews.id – Sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan informasi terkini mengenai pasar modal kepada nasabah, PT MNC Sekuritas menggelar acara seminar dengan tema ‘Market Outlook 2019’ di Surabaya pada Sabtu (19/1/2019).

Acara tersebut dihadiri 150 orang nasabah terpilih dari cabang Surabaya Tidar, yang baru diresmikan pada akhir tahun lalu.

Para pembicara yang dihadirkan antara lain Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur Dewi Sriana Rihantyasni dan Head of Research Retail MNC Sekuritas Edwin Sebayang. Keduanya membahas mengenai analisis dan prediksi ekonomi serta kondisi pasar modal Indonesia pada tahun 2019.

“Kami berharap nasabah dapat memperoleh informasi yang menyeluruh dalam mengambil keputusan berinvestasi pada tahun 2019. Secara makro ekonomi, kondisi ekonomi Indonesia tumbuh positif. Saya memperkirakan pada tahun 2019 masih akan stagnan di level 5 persen terdampak perang dagang yang mulai mempengaruhi perlambatan ekonomi China,” kata Edwin Sebayang.

Lebih lanjut Edwin memaparkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung mengalami kenaikan dalam kurun waktu enam bulan sebelum Pemilu karena derasnya arus dana asing. Namun,, IHSG akan mengalami pelemahan setelah Presiden terpilih dilantik seperti yang pernah terjadi pada empat periode Pemilu sebelumnya, sehingga diperkirakan akan kembali terjadi pada tahun ini.

“IHSG berpotensi naik ke level 6.718 sebelum Pemilu. Jika terjadi overshooting, bisa menuju 6.750-6.800. Akan tetapi, selesai pelantikan presiden baru, IHSG berpeluang turun kembali dan pada akhir tahun berpotensi ditutup pada level 6.298,” katanya.

Dia merekomendasikan beberapa sektor pilihan untuk tahun 2019. Pilihan pertama jatuh pada sektor konsumsi, retail, rokok, telekomunikasi, dan logam. Pilihan kedua antara lain saham-saham sektor perbankan, properti, konstruksi, infrastruktur, dan industri dasar. “Selain itu, nasabah dapat melirik sektor semen dan perkebunan,” tuturnya.

 

Sumber : www.inews.id